Uncategorized

Putus Stigma Tabu, Mahasiswa KKN UNS 15 Dibal Ajak Siswa MTs N 15 Boyolali Melek Kesehatan Reproduksi

1233
×

Putus Stigma Tabu, Mahasiswa KKN UNS 15 Dibal Ajak Siswa MTs N 15 Boyolali Melek Kesehatan Reproduksi

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN UNS memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan pembuatan poster edukatif kepada siswa melalui kolaborasi perguruan tinggi dan lingkungan sekolah guna meningkatkan pengetahuan remaja (27/01/2026).

LELUASA.COM, Boyolali – Memasuki masa pubertas di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kerap menimbulkan kebingungan bagi siswa akibat berbagai perubahan fisik dan emosional. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 15 Desa Dibal menyelenggarakan program bertajuk “Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Edukasi dan Pembuatan Poster Berbasis Kolaborasi Mahasiswa dan Lingkungan Sekolah” di MTs N 15 Boyolali, Selasa (27/1/2026).

Ketua pelaksana program, Salsabella Rahmanda Fadian, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman yang benar serta menghilangkan stigma tabu terhadap pembahasan kesehatan reproduksi di kalangan remaja.

“Kami ingin adik-adik memahami bahwa kesehatan reproduksi adalah bagian penting dari kesehatan diri yang perlu dipelajari secara ilmiah dan bertanggung jawab. Dengan pengetahuan yang tepat, mereka dapat lebih siap menghadapi masa pubertas tanpa rasa takut atau salah persepsi,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk memetakan tingkat pemahaman awal siswa mengenai kesehatan reproduksi. Siswa kelas VII mengisi kuesioner singkat yang memuat pertanyaan dasar tentang pubertas dan kebersihan diri. Hasil awal menunjukkan masih adanya keraguan dan miskonsepsi pada beberapa aspek materi.

Materi kemudian disampaikan secara interaktif melalui presentasi dan diskusi dua arah. Mahasiswa KKN membahas lima pokok bahasan utama, meliputi konsep dasar kesehatan reproduksi, perubahan fisik dan psikis saat pubertas, manajemen kebersihan diri (personal hygiene), potensi risiko dan masalah kesehatan remaja, serta pembekalan karakter dalam menjaga batasan pergaulan dan pengambilan keputusan.

Untuk memperkuat pemahaman, siswa diajak mengikuti workshop pembuatan poster edukatif secara berkelompok. Melalui kegiatan ini, siswa menuangkan kembali materi yang telah dipelajari ke dalam media visual yang kreatif dan informatif. Poster kemudian dipajang di Majalah Dinding (Mading) sekolah sebagai sarana edukasi berkelanjutan.

Sebagai evaluasi akhir, kegiatan ditutup dengan post-test menggunakan instrumen serupa dengan pre-test. Berdasarkan perbandingan hasil, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan pada mayoritas siswa. Indikator ini menunjukkan bahwa metode edukasi interaktif yang diterapkan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja.

Kepala MTs N 15 Boyolali, Bapak Yanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN UNS dalam memberikan edukasi yang relevan dengan kebutuhan siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada adik-adik mahasiswa KKN. Pendekatan kalian yang kreatif membuat anak-anak kami lebih terbuka dan tidak lagi merasa cemas menghadapi masa pubertas. Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” ungkapnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNS berharap literasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah dapat terus diperkuat. Edukasi yang tepat sejak dini diharapkan mampu membentuk remaja yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan bijak dalam menjaga kesehatan serta masa depan mereka.

Editor: Ardi Handayat, Tim LELUASA.com