Uncategorized

Mahasiswa UB Soroti Ketidaksetaraan Akses Pendidikan dan Politik melalui Penelitian Lapangan

21
×

Mahasiswa UB Soroti Ketidaksetaraan Akses Pendidikan dan Politik melalui Penelitian Lapangan

Sebarkan artikel ini

LELUASA.COM, Malang – Sekelompok mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya melakukan penelitian lapangan mengenai ketidaksetaraan akses pendidikan dan politik di Indonesia. Penelitian tersebut dilakukan melalui serangkaian wawancara dengan beberapa narasumber pada 21–23 April 2026.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ketimpangan akses pendidikan masih terjadi di masyarakat serta pengaruhnya terhadap kesadaran dan partisipasi politik warga negara. Selain itu, penelitian juga menelaah permasalahan tersebut dari perspektif nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Berdasarkan hasil wawancara, mahasiswa menemukan bahwa ketidaksetaraan pendidikan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi geografis, keterbatasan ekonomi, kesenjangan sosial-budaya, serta akses teknologi yang belum merata. Masyarakat di daerah terpencil masih menghadapi berbagai hambatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dibandingkan masyarakat di wilayah perkotaan.

Di sisi lain, penelitian juga menunjukkan bahwa ketidaksetaraan akses politik masih menjadi tantangan dalam kehidupan demokrasi. Beberapa narasumber menilai bahwa rendahnya akses terhadap informasi politik yang akurat serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat memengaruhi tingkat partisipasi politik warga.

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah adanya hubungan yang erat antara pendidikan dan kesadaran politik masyarakat. Individu yang memiliki akses pendidikan lebih baik cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih tinggi, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Namun demikian, para peneliti juga menemukan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi tidak selalu menjamin integritas politik seseorang. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya perlu berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus memperkuat pendidikan karakter, etika, dan tanggung jawab sosial.

Dalam perspektif Pancasila, ketidaksetaraan akses pendidikan dan politik dinilai belum sepenuhnya mencerminkan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan berpartisipasi dalam proses politik dianggap penting untuk mewujudkan masyarakat yang adil, demokratis, dan inklusif.

Melalui penelitian ini, mahasiswa berharap pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat bekerja sama dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan dan politik. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kehidupan demokrasi di Indonesia.

Penelitian ini disusun oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Brawijaya sebagai bagian dari proyek lapangan mata kuliah Pendidikan Pancasila.

Firman Setiawan

Penulis: Nadine Zahira Sheva, Sebrina Zahratusysyita, Tisara Muliya Mutca, Ulvia Azzahra Ambarwati, dan Wiyose Kawuningan

Mahasiswa Universitas Brawijaya.

Editor: Ardi Handayat, Tim LELUASA.com