Uncategorized

Pendidikan Anak Tiri Politik

47
×

Pendidikan Anak Tiri Politik

Sebarkan artikel ini
Firman Setiawan

Penulis: Mohammad Fatih Shaleh

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

LELUASA.COM, Jakarta — sering kali kita lihat pada saat masa peralihan kepemimpinan ataupun pada saat pemimpin itu berkuasa, sangat jarang kita temui bahwa pemimpin menomorsatukan pendidikan, sering kali pemimpin Hanaya memperhatikan bagian² yang sifatnya praktis seperti pembangunan gedung-gedung pencakar langit, program makan bergizi gratis, dan lain sebagainya.

akan tetapi perlu kita ketahui bahwasannya akar dari sorotan diindonesia saat ini ialah pendidikan mulai dari revitalisasi pendidikan, hentikan komersialisasi pendidikan dan sebagainya. namun hal tersebut sering kali dianggap acuh oleh rezim-rezim saat ini ataupun sebelumnya, mengapa demikian?

salah satu faktor adalah pembakaran uang saat pemilu, sering kali pada saat pemilihan berjalan para calon memerlukan uang di dalamnya untuk menjalankan perangkat kampanye, khususnya “membeli suara” dana itu memerlukan dana yang tidak sedikit tentunya.

maka perlu adanya pemasukan uang instan dengan menguntungkan dirinya sendiri dan khususnya partai koalisinya pada saat kampanye, yang paling mungkin dan mudah untuk itu bisa dilakukan ialah dengan membuat program yang saling menguntungkan, dan yang paling memungkinkan untuk itu semua adalah menciptakan program-program populis oligarki.

karna dengan menggerakkan program tersebut tentu pimpinan bisa mendapatkan keuntungan untuk pemilu nanti dan khususnya partai-partai koalisi akan tetap mendukung karena adanya pemasukan keuangan dan kekuasaan, lantas bagaimana jika pemerintah fokus ke pendidikan?.

jawaban besarnya adalah tidak menguntungkan bagi para rezim dan oligarki tersebut, jika gaji guru naik siapa pihak yang di untungkan? tentu bukan mereka melainkan rakyat, jika rakyat sudah mendapatkan haknya bagaimana para rezim dan oligarki mengatur suara untuk jalannya pemilu nanti. maka dari itu tentu mereka bukan tidak mau untuk menaikan atau merevitalisasi pendidikan, melainkan jika pendidikan menjadi nomor 1 maka para-para oligarki tidak akan mendapatkan keuntungan untuk pemilu nanti.

lantas pertanyaan terakhir sampai kapan ini akan berakhir? atau sampai kapan revitalisasi pendidikan akan di mulai?

Editor: Ardi Handayat, Tim LELUASA.com