BeritaPendidikan

Bonggol Jagung yang Sering Dianggap Limbah Ternyata Bisa Jadi Sumber Energi, Mahasiswa KKN UNDIP Buktikan di Desa Sukorejo

59
×

Bonggol Jagung yang Sering Dianggap Limbah Ternyata Bisa Jadi Sumber Energi, Mahasiswa KKN UNDIP Buktikan di Desa Sukorejo

Sebarkan artikel ini

LELUASA.COM, Sragen — Bagi sebagian besar masyarakat, bonggol jagung biasanya hanya berakhir sebagai limbah pertanian yang dibuang atau dibakar setelah panen. Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, limbah ini menyimpan potensi besar sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Potensi inilah yang diperkenalkan oleh mahasiswa KKN-T IDBU 42 Universitas Diponegoro dengan Pembimbing Lapangan Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM melalui program “Pemanfaatan Bonggol Jagung menjadi Briket sebagai Solusi Energi Alternatif dan Peluang Ekonomi Desa” di Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Program yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026 ini mahasiswa KKN Undip mengajak tim Posyantekdes (Pos Pelayanan Teknologi Desa) Desa Sukorejo dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai sasaran utama. Program ini merupakan upaya pendekatan sederhana untuk membuka wawasan masyarakat mengenai potensi ekonomi dan energi alternatif yang dapat dikembangkan melalui briket dari limbah bonggol jagung.

Program ini dikemas dalam bentuk sosialisasi yang dipadukan dengan demonstrasi menggunakan prototype briket bonggol jagung yang telah dibuat sebelumnya. Melalui prototype tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung hasil akhir pengolahan limbah bonggol jagung menjadi briket, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai tahapan pembuatannya, mulai dari proses karbonisasi, penghalusan arang, pencampuran dengan perekat, hingga pencetakan dan pengeringan.

Tidak hanya memperkenalkan teknologi sederhana yang mudah diterapkan, kegiatan ini juga mengajak masyarakat melihat limbah pertanian dari sudut pandang yang berbeda. Bonggol jagung yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna sekaligus peluang ekonomi. Dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan inovasi ini sebagai salah satu produk bernilai tambah.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap tumbuh kesadaran bahwa pemanfaatan limbah pertanian tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inovasi sederhana ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), melalui pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.

Editor: Ardi Handayat, Tim LELUASA.com