Dari 1.047 abstrak yang diajukan, hanya 34 karya mahasiswa yang berhasil lolos seleksi. Romi Ivanda, mahasiswa Semester 4 Program Studi Teknik Analisis Laboratorium Minyak dan Gas Politeknik Akamigas Palembang, menjadi salah satu dari 9 poster presenter mahasiswa yang terpilih melalui inovasi Scaling Mitigation Reactor (SMR), sebuah teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan scaling pada sistem injeksi air di lapangan minyak tua.
LELUASA.COM, Tangerang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Indonesia di tingkat nasional. Romi Ivanda, mahasiswa semester 4 Program Studi Teknik Analisis Laboratorium Minyak dan Gas, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Akamigas Palembang, berhasil menjadi salah satu presenter mahasiswa yang lolos seleksi pada ajang bergengsi Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition (Convex) 2026, forum industri minyak dan gas terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.
IPA Convex merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Indonesian Petroleum Association (IPA) dan menjadi wadah pertemuan para pemimpin industri energi, akademisi, peneliti, regulator, perusahaan migas nasional maupun internasional, serta generasi muda yang memiliki inovasi dan gagasan untuk masa depan sektor energi. Setiap tahunnya, ribuan profesional dan mahasiswa dari berbagai institusi bersaing untuk dapat mempresentasikan karya terbaik mereka pada forum prestisius ini.
Pada penyelenggaraan IPA Convex 2026, tercatat sebanyak 1.047 abstrak masuk ke panitia yang terdiri dari 849 abstrak profesional dan 198 abstrak mahasiswa, mewakili 124 perusahaan serta 26 universitas dan perguruan tinggi. Setelah melalui proses seleksi yang ketat oleh para reviewer dan praktisi industri, hanya 194 professional papers yang diterima, terdiri atas 123 oral presentations, 31 additional readings, dan 40 poster presentations. Sementara untuk kategori mahasiswa, hanya 34 student papers yang berhasil lolos, dengan rincian 25 oral presentations dan 9 poster presentations.
Di tengah persaingan yang sangat kompetitif tersebut, Romi Ivanda berhasil menjadi salah satu dari hanya 9 mahasiswa di Indonesia yang lolos sebagai presenter kategori poster pada IPA Convex 2026. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi juga mampu bersaing dan menghasilkan inovasi yang relevan terhadap tantangan industri energi nasional.
Karya ilmiah yang dipresentasikan berjudul “Scaling Mitigation Reactor (SMR): A Passive MediaBased Solution for Produced Water Conditioning in Mature Injection Wells”. Penelitian ini mengangkat permasalahan yang umum terjadi pada lapangan minyak tua (mature field), yaitu terbentuknya kerak mineral (scaling) pada sumur injeksi akibat tingginya kandungan mineral terlarut dalam air formasi atau produced water.
Dalam penelitian tersebut, dikembangkan sebuah teknologi inovatif bernama Scaling Mitigation Reactor (SMR), yaitu sistem pengolahan air formasi berbasis media kontak pasif yang memanfaatkan kombinasi pasir silika, karbon aktif, batu apung (pumice), dan zeolit alami untuk mengurangi potensi pembentukan kerak sebelum air diinjeksikan kembali ke reservoir. Teknologi ini dirancang sebagai solusi yang lebih sederhana, hemat energi, ekonomis, dan ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional yang masih bergantung pada penggunaan bahan kimia inhibitor skala.
Hasil pengujian lapangan menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Teknologi SMR mampu menurunkan tingkat kekeruhan (turbidity) hingga 92%, mengurangi Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 88%, serta mengubah nilai Scaling Index dari kondisi yang berpotensi membentuk kerak menjadi kondisi yang aman dan tidak membentuk kerak. Selain itu, sistem ini hanya menghasilkan kehilangan tekanan (pressure drop) sekitar 0,1 psi, sehingga dapat diintegrasikan ke sistem injeksi eksisting tanpa menambah kebutuhan energi pompa secara signifikan.
Lebih dari sekadar capaian akademik, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan operasional industri migas. Penelitian yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada aspek teoritis, tetapi juga telah diuji pada kondisi lapangan yang sebenarnya sehingga memiliki potensi implementasi yang lebih luas di masa mendatang.
Bagi Romi Ivanda, kesempatan untuk tampil sebagai presenter di IPA Convex 2026 bukan hanya tentang mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga menjadi momentum untuk membawa nama baik Politeknik Akamigas Palembang serta menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari mahasiswa yang memiliki kemauan untuk terus belajar, meneliti, dan berkontribusi bagi kemajuan industri energi Indonesia.
“Bagi saya, IPA Convex bukan hanya panggung presentasi, tetapi juga tempat belajar langsung dari para ahli, peneliti, dan profesional terbaik di industri energi. Saya berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi pengolahan air formasi yang lebih efisien dan berkelanjutan di sektor minyak dan gas Indonesia.” Ujar Romi.
Keberhasilan ini menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba, mahasiswa dapat berdiri sejajar dengan para profesional industri dalam forum ilmiah berskala nasional maupun internasional.
Dari ruang laboratorium kampus menuju panggung energi nasional, langkah kecil hari ini dapat menjadi awal kontribusi besar bagi masa depan industri Indonesia.
Lebih dari sekadar pencapaian akademik, keikutsertaan Romi Ivanda dalam IPA Convex 2026 merupakan bagian dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan mendalami dunia industri minyak dan gas. Sebagai mahasiswa vokasi, Romi memiliki antusiasme yang tinggi untuk memahami berbagai tantangan teknis di lapangan, khususnya pada bidang produksi, pengolahan fluida, water injection, serta teknologi pengolahan air formasi yang berkelanjutan. Melalui kesempatan ini, Romi tidak hanya ingin memperluas jejaring profesional dengan para akademisi, peneliti, dan praktisi industri, tetapi juga berharap dapat terus mengembangkan kompetensi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri minyak dan gas Indonesia di masa depan.
Pada kesempatan yang berharga ini, Romi Ivanda juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ir. Aldo Setiawan, S.T., M.T., yang telah menjadi mentor sekaligus pembimbing utama dalam penelitian ini. Melalui bimbingan, arahan, serta pengalaman beliau di industri minyak dan gas, Romi memperoleh banyak wawasan yang sangat berharga dalam mengembangkan ide penelitian hingga dapat dipresentasikan pada forum ilmiah nasional sekelas IPA Convex 2026. Dukungan dan kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi besar untuk terus berkarya dan berinovasi.
Ucapan terima kasih yang tulus juga disampaikan kepada Ibu Dian Kurnia Sari, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Analisis Laboratorium Minyak dan Gas Politeknik Akamigas Palembang, yang senantiasa memberikan dukungan akademik, motivasi, serta menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional.
Selain itu, apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam juga diberikan kepada Bapak Hendra Budiman S.Si.,M.Si., yang telah menjadi mentor kedua bagi Romi selama proses pembelajaran dan pengembangan diri. Berbagai masukan, pengalaman, dan motivasi yang diberikan menjadi bekal berharga dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan analitis, serta menumbuhkan semangat untuk terus mengejar prestasi di bidang minyak dan gas.
Bagi Romi, pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Dengan semangat belajar yang tidak pernah padam, ia berharap dapat terus berkontribusi melalui riset, inovasi, dan pengembangan teknologi yang mendukung terciptanya industri minyak dan gas Indonesia yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
“Berasal dari ruang laboratorium kampus, Romi Ivanda membuktikan bahwa mimpi besar tidak mengenal batas. IPA Convex 2026 bukanlah puncak perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi bagi masa depan industri energi Indonesia.”












