LELUASA.COM, Kendal – Mahasiswa Mengabdi Desa (MAHESA) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Desa Manggungmangu menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan tas dari bungkus kopi bekas bersama Ibu-Ibu Muslimat Miftachussudur Putri pada Senin (6/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik sekaligus memberikan keterampilan yang dapat menjadi peluang usaha.

Kegiatan dipandu oleh mahasiswi MAHESA UPGRIS, Fatiha dan Umi, yang memberikan sosialisasi mengenai pemanfaatan sampah plastik menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami dampak limbah plastik terhadap lingkungan serta pentingnya mendaur ulang sampah sebagai salah satu upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Setelah sesi sosialisasi, mahasiswa MAHESA memberikan pelatihan praktik pembuatan tas berbahan dasar bungkus kopi bekas. Peserta diajarkan teknik melipat, menyusun, dan merangkai kemasan kopi hingga menjadi sebuah tas yang rapi dan menarik. Mahasiswa juga mendampingi peserta selama proses pembuatan sehingga setiap tahapan dapat dipahami dengan baik.

Mahasiswi MAHESA, Fatiha, mengatakan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi ibu-ibu untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi produk yang bernilai ekonomis. “Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik sekaligus membuka peluang usaha rumahan melalui produk kerajinan yang memiliki nilai jual,” ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari Ibu-Ibu Muslimat Miftachussudur Putri. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan dan aktif bertanya mengenai teknik pembuatan tas agar hasilnya lebih rapi dan tahan lama. Salah satu peserta mengaku senang karena memperoleh pengetahuan baru yang bermanfaat.
“Selama ini bungkus kopi hanya dibuang. Ternyata bisa dibuat menjadi tas yang cantik dan memiliki nilai jual. Semoga ilmu ini bisa kami kembangkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa MAHESA UPGRIS Desa Manggungmangu berharap masyarakat semakin peduli terhadap pengurangan limbah plastik, mampu mengembangkan kreativitas menjadi produk yang bernilai ekonomis, serta dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga melalui usaha kerajinan daur ulang.












